Wednesday, August 15, 2012

Melepasmu


aku pasti rindu suaramu...
aku pasti rindu candamu...
aku tak tau apa aku mampu melepasmu...

mengapa engkau bertanya, mengapa aku menangis...?
apakah engkau benar ingin tahu...?
sungguh aku tak sanggup melepasmu...
aku ingin bersamamu...
tetep disini, terus bersamamu...
tetap seperti ini, di dekatmu...
namun 
mengapa duri di depanku terlalu banyak...
seperti air dilautan itu...
sebenarnya aku ingin melewatinya...
tapi aku tau pasti akan banyak luka...

mampukah aku tanpamu...?
aku ingin semua tetap seperti ini...
seperti inginku...
tapi sungguh, aku terlalu egois...

satu hal ku ingin engkau tau...
engkau seperti hadiah terbesar dalam hidupku...
aku bahagia, sungguh bahagia telah mengenalmu...


icha-Khairunnisa
09/07/2012-12/08/12

Friday, August 10, 2012

Goresan Kaum Hawa

eh ada goresan dari seorang kaum hawa penyemangatku....aku tak tau sebenarnya ia menulis ini di cttn d hp ku...ini ku temukan saat sebuah rasa aku ungkapkan kepadanya....hee...namun rsa itu tak begitu akannya...tpi semua itu anugrah...yukkk kita bacaa...

di saat engkau tertidur, aku ceritakan rasaku...
aku tak pernah berharap engkau mendengarnya...
karena mungkin tak seharusnya di dengarkan...
namun cukuplah engkau tau dan engkau simpan rasa itu dan rasa ini...

mungkin jika ada kesempatan....
suatu saat di kehidupan berbeda....
aku berharap dalam keadaan yang berbeda....

Wednesday, April 18, 2012

Surat Kecil Untuk Tuhan

satu karya yang aku baca kali ini sungguh sangat lah menginspirasi setiap orang yang membacanya..sebuah tulisan yang diambil dari kisah nyata seorang anak berumur 13 tahun yang terkena penyakit kanker jaringan lunak...salah satu penyakit yang sangat mematikan di dunia.sungguh nyatalah di dalam kisah ini kita diajak untuk bersyukur atas apa yang telah di takdirkan tuhan, baik maupun seburuk apapun takdir itu. salah satu karya atau pesan dari sosok anak itu adalah sebuah surat yang d tulisanya...Surat Kecil Untuk Tuhan

 SURAT KECIL UNTUK TUHAN


Tuhan
Andai aku bisa kembali
aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini

Tuhan
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi
hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orng lain

Tuhan 
Bolehkah aku
menulis surat kecil untuk-mu

Tuhan
Bolehkah aku memohon
satu hal kecil untuk-mu

Tuhan 
biarkan aku bisa dapat
melihat dengan mataku
memandang langit dan bulan
setiap harinya

Tuhan
izinkan rambutku kembali tumbuh,
agar menjadi wanita seutuhnya

Tuhan
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
agar aku bisa memberikan kebahagian
kepada ayah dan sahabat-sahabatku

Tuhan
Berikan aku kekuatan untuk menjadi lebih dewasa
agar aku bisa memberikan arti hidupku
kepada siapapun yang mengenalku

Tuhan
Surat kecil-ku ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali
ke dunia yang kau berikan padaku


Oleh : Gitta Sessa Wanda Cantika
15/06/1991-25/12/2006

Saturday, April 7, 2012

Apa Yaaa

ah mau tulis apa ya...masih bingung terlalu banyak pikiran ni..(mikirin diri sendiri..XD)..yang ada di pikiran otak ni dia aja wahhh...galau ni melanda ...hun cuman tiga huruf, klo bisa dihapus pakai penghapus udh tak hapus ni tiga huruf.....aaa....bingung dah ah...mau tulis apa ya...mmmm aduhh...arggg kalian bingung ya baca postn ni...hhaha sama saya jga bingung kok ama apa yang sy tulis ..aaahhh intinya I LOVE YOU dah..

Monday, March 5, 2012

Gurindam Dua Belas

Gurindam 12  merupakan karya dari Raja Ali Haji dari kepulauan Riau. Karya ini merupakan puisi melayu lama dan tergolong dalam puisi sya'ir didaktik. Dalam puisi ini banyak terkandung makna yang sangat terkait dengan kehidupan sehari terutama bagaimana cara kita menjalani kehidupan yang baik atau di ridoi oleh Allah .mmm....Langsung aja kali ya bagi yang belum membaca bisa meluangkan waktu buat membaca Gurindam 12 ini......semoga bermanfaat

Ayat Pertama
Ini Gurindam pasal yang pertama:
Barang siapa tiada memegang agama,
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
Maka ia itulah orang yang ma’rifat
Barang siapa mengenal Allah,
Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
Barang siapa mengenal dunia,
Tahulah ia barang yang teperdaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
Tahulah ia dunia mudarat.
Ayat ke Dua
Ini Gurindam pasal yang kedua:
Barang siapa mengenal yang tersebut,
Tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang,
Seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa,
Tidaklah mendapat dua termasa.
Barang siapa meninggalkan zakat,
Tiadalah hartanya beroleh berkat.
Barang siapa meninggalkan haji,
Tiadalah ia menyempurnakan janji.
Ayat ke Tiga
Ini Gurindam pasal yang ketiga:
Apabila terpelihara mata,
Sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
Khabar yang jahat tiadaiah damping.
Apabila terpelihara lidah,
Niscaya dapat daripadanya paedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
Daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
Keluarlah fi’il yang tiada senonoh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
Di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
Daripada berjaian yang membawa rugi.
Ayat ke Empat
Ini Gurindam pasal yang keempat:
Hati itu kerajaan di daiam tubuh,
Jikalau zalim segala anggotapun rubuh.
Apabila dengki sudah bertanah,
Datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
Di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
Nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung.
Tanda orang yang amat celaka,
Aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
Itulah perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
Janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
Mulutnya itu umpama ketor.
Di mana tahu salah diri,
Jika tidak orang lain yang berperi.
Ayat ke Lima
Ini Gurindam pasal yang kelima:
Jika hendak mengenai orang berbangsa,
Lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
Sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
Lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
Bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
Di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.
Ayat ke Enam
Ini Gurindam pasal yang keenam:
Cahari olehmu akan sahabat,
Yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
Yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
Yang boleh dimenyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
Pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan ‘abdi,
Yang ada baik sedikit budi,
Ayat ke Tujuh
Ini Gurindam pasal yang ketujuh:
Apabila banyak berkata-kata,
Di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
Itulah landa hampirkan duka.
Apabila kita kurang siasat,
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
Jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
Itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
Sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
Menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
Lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
Lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
Tidak boleh orang berbuat honar.
Ayat ke Delapan
Ini Gurindam pasal yang kedelapan:
Barang siapa khianat akan dirinya,
Apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
Orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
Daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
Biar dan pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
Setengah daripada syirik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
Kebaikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
Keaiban diri hendaklah sangka.
Ayat ke Sembilan
Ini Gurindam pasal yang kesembilan:
Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan,
Bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
Itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
Di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
Di situlah syaitan tempat bergoda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
Di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
Syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
Dengan syaitan jadi berseteru.
Ayat ke Sepuluh
Ini Gurindam pasal yang kesepuluh:
Dengan bapa jangan durhaka,
Supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
Supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
Supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan kawan hendaklah adil,
Supaya tangannya jadi kapil.
Ayat ke Sebelas
Ini Gurindam pasal yang kesebelas:
Hendaklah berjasa,
Kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
Buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
Buanglah khianat.
Hendak marah,
Dahulukan hujjah.
Hendak dimalui,
Jangan memalui.
Hendak ramai,
Murahkan perangai.
Ayat ke Duabelas
Ini Gurindam pasal yang kedua belas:
Raja mufakat dengan menteri,
Seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
Tanda jadi sebarang kerja.
Hukum ‘adil atas rakyat,
Tanda raja beroleh ‘inayat.
Kasihkan orang yang berilmu,
Tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
Tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
Itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
Kepada hati yang tidak buta.

Tuesday, February 28, 2012

Pesan Dari Ayah

Kata dari Almrhm mamik ni...
kata ini yang selalu saya ingat n membuat saya berfikir jika ingin melakukan sesuatu....

" Anakku Tidak perlulah  berkuat diri, jika menghambat diri...tetaplah bersabar di pandang lemah namun dalam diri tegar dan kuat..."

Semoga bisa bermanfaat bagi kita ya...
buat jadi penyemangat kita semua aminn..:D







Sunday, February 26, 2012

Ayat ke 12 Gurindam 12

Siapa yang tidak tau tentang Gurindam 12 karya Raja Ali Haji, dalam Gurindam 12 ini banyak makna yang terkandung dalam ayat 1-12...saya suka membacanya berkali-kali, tpi ayat ke-12 dari Gurindam 12 ini masih saya bingung dan kurang mengerti...mungkin ada kawan-kawan yang bisa sherng makna ayat k 12 dari Gurindam 12 ni...di bawah ini saya postng ayat ke-12 dari Gurindam 12...

 
Potongan Gurindam 12 ( ayat ke 12 Gurindam 12 )

     Raja muafakat dengan menteri,seperti kebun berpagarkan duri.Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja.Hukum adil atas rakyat,tanda raja beroleh anayat.Kasihan orang yang berilmu,tanda rahmat atas dirimu.Hormat akan orang yang pandai,tanda mengenal kasa dan cindai. Ingatkan dirinya  mati,itulah  asal  berbuat  bakti.Akhirat  itu  terlalu nyata,kepada hati yang tidak buta. "( oleh : Raja Ali Haji )"

Wednesday, January 11, 2012

Puisi Chairil Anwar

Siapa yang tidak kenal dengan nama Chairil Anwar. bagi para penikmat puisi beliau merupakan salah satu penyair ternama di Indonesia, dari karya-karyanya yang indah dan bagus beliau bisa dikatakan sebagai salah satu penyair legendaris indonesia. Di bawah ini salah satu karya beliau (Chairil Anwar)


                                  PUISI KEHIDUPAN
Hari hari lewat, pelan tapi pasti
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Karena aku akan membuka lembaran baru
Untuk sisa jatah umurku yang baru
Daun gugur satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Umurku bertambah satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah

Tapi… coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang
Ya, berhutang pada diriku
Karena ibadahku masih pas-pasan
Kuraba dahiku
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
Kutimbang keinginanku….
Hmm… masih lebih besar duniawiku
Ya Allah
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkah aku diberi kesempatan?
Ya Allah….
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku
Astagfirullah…
Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah…
Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang…
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu…
Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana…
Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana…
Ya Allah,
Ijikanlah

Sunday, January 8, 2012

Kata Penyemangatku

Ini sebenarnya kata buat menyemangati diri saya sendiri :D,,tapi gak pa lah saya post sapa tau bermanfaat juga ke orang lain..😃

" Tiada satu orang pun yang berfikir baik apa buruk tindakan mu itu...Dan tiada yang mengalihkan pandangan mereka, tentang apa yang akan kamu lakukan...Namun lakukan lah apa yang bisa kamu lakukan, karena jika tidak, esok ..tak kan ada yang bisa melakukannya untukmu "

Monday, January 2, 2012

Goresan Kesendirian

 sekilas pandangan  yang menjadikan sebuah goresan

Dinginnya embun mulai terasa..
Gema suara itu mulai terdengar...
Menggetarkan jiwa yang di yakini telah beriman...
Semakin terasa ketika air telah mensucikan diri...
 
Ketika suara itu terhenti...
Di gaantikanlah dengan alunan pujian pujian yang terdengar mistis...

Di luar sana terdengar langkah raga yang telah renta..
Beriringan...ya beriringan
Mereka berjalan beriringan, lambat mendekati...
Untuk menghadap sang pencipta, sebagai bekal akhirat nanti...


Oleh : Fariz Zamroni