Wednesday, January 11, 2012

Puisi Chairil Anwar

Siapa yang tidak kenal dengan nama Chairil Anwar. bagi para penikmat puisi beliau merupakan salah satu penyair ternama di Indonesia, dari karya-karyanya yang indah dan bagus beliau bisa dikatakan sebagai salah satu penyair legendaris indonesia. Di bawah ini salah satu karya beliau (Chairil Anwar)


                                  PUISI KEHIDUPAN
Hari hari lewat, pelan tapi pasti
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Karena aku akan membuka lembaran baru
Untuk sisa jatah umurku yang baru
Daun gugur satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Umurku bertambah satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah

Tapi… coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang
Ya, berhutang pada diriku
Karena ibadahku masih pas-pasan
Kuraba dahiku
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
Kutimbang keinginanku….
Hmm… masih lebih besar duniawiku
Ya Allah
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkah aku diberi kesempatan?
Ya Allah….
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku
Astagfirullah…
Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah…
Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang…
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu…
Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana…
Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana…
Ya Allah,
Ijikanlah

Sunday, January 8, 2012

Kata Penyemangatku

Ini sebenarnya kata buat menyemangati diri saya sendiri :D,,tapi gak pa lah saya post sapa tau bermanfaat juga ke orang lain..😃

" Tiada satu orang pun yang berfikir baik apa buruk tindakan mu itu...Dan tiada yang mengalihkan pandangan mereka, tentang apa yang akan kamu lakukan...Namun lakukan lah apa yang bisa kamu lakukan, karena jika tidak, esok ..tak kan ada yang bisa melakukannya untukmu "

Monday, January 2, 2012

Goresan Kesendirian

 sekilas pandangan  yang menjadikan sebuah goresan

Dinginnya embun mulai terasa..
Gema suara itu mulai terdengar...
Menggetarkan jiwa yang di yakini telah beriman...
Semakin terasa ketika air telah mensucikan diri...
 
Ketika suara itu terhenti...
Di gaantikanlah dengan alunan pujian pujian yang terdengar mistis...

Di luar sana terdengar langkah raga yang telah renta..
Beriringan...ya beriringan
Mereka berjalan beriringan, lambat mendekati...
Untuk menghadap sang pencipta, sebagai bekal akhirat nanti...


Oleh : Fariz Zamroni